More stories

  • in

    Hubungan Catur Asrama Dengan Catur Purusa Artha

    Catur Purusartha adalah empat kekuatan atau dasar kehidupan menuju kebahagiaan, yaitu Dharma, Arta, Kama, dan Moksa. Urut-urutan ini merupakan tahapan-tahapan yang tidak boleh ditukar-balik karena mengandung keyakinan bahwa tiada arta yang diperoleh tanpa melalui dharma; tiada kama diperoleh tanpa melalui arta, dan tiada moksa yang bisa dicapai tanpa melalui dharma, arta, dan kama.Sedangkan Catur Asrama […] More

  • in

    Kitab-Kitab Suci Agama Hindu

    Kitab-Kitab Hindu Ada beberapa kitab yang dianggap suci oleh umat Hindu, sebagai berikut:1. Veda (baca : Weda), merupakan sastra tertua dalam sejarah peradaban manusia, disusun kembali oleh Byasa (Vyasa – hidup di sekitar abad 18 SM hingga abad 15 SM). Veda dibagi menjadi 4 bagian : Rgweda, Yajurweda, Samaweda dan Atharwaweda. Keempat Weda tersebut juga […] More

  • in

    Asta Aiswarya :Pengertian ,Bagian Dan Sloka Terkait

    Pengertian Asta Aiswarya Asta Aiswarya berasal dari bahasa sansekerta, yakni dari kata Asta yang artinya delapan, dan kata Aiswarya yang berarti kemahakuasaan (Midastra, 2007: 2). Dengan demikian, Asta Aiswarya mengandung arti delapan sifat kemahakuasaan Tuhan. Asta Aiswarya dapat digambarkan sebagai kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi sebagai Padma Astra Data (teratai berdaun delapan). Pada umumnya digunakan […] More

  • in

    Dasa Mala : Pengertian , Bagian Dan Ramayana

    Pengertian Dasa Mala Menurut ajaran Agama Hindu, tujuan hidup manusia adalah untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan yang abadi. Kesejahteraan di dunia dapat dicapai dengan dharma, artha dan kama. Ketiganya ini (dharma, artha, kama) merupakan satu kesatuan, dalam artian manusia baru dapat merasakan bahagia bila artha terpenuhi dan rasa aman didapat (Ngurah, 2006: 69). […] More

  • in

    Pengertian Dan Jenis-Jenis Samskara

    Sanskara Kata “Sanskǎra” berasal dari bahasa sanskerta yang memiliki banyak arti, diantaranya yang erat kaitannya dengan pelaksanaan yajña. Maka kata sanskǎra berarti membudayakan, membiasakan, menyucikan, menjadikan sempurna, dan dapat pula berarti upacara keagamaan (Titib, 2003: 45). Apabila dihubungkan dengan kenyataan yang membudaya dalam masyarakat Hindu dalam hubungannya dengan pengamalan ajaran agama, maka kita hampir selalu […] More

  • in

    Kedudukan Mahabrata dalam Veda

    Kedudukan Mahabrata dalam Veda Itihǎsa adalah suatu bagian dari kesusastraan Hindu yang menceritakan kisah-kisah epik atau kepahlawanan para Raja dan ksatria Hindu pada masa lampau. Di dalamnya berisi ajaran filsafat agama, mitologi, dan makhluk supernatural. Iti hǎsa berarti “kejadian yang nyata” (Titib,  1998:137), dalam hal ini itihǎsa yang terkenal ada dua, ya- itu Ramayana dan […] More

  • in

    Kepemimpinan Dalam Agama Hindu

    Kepemimpinan Istilah pemimpin berasal dari kata dasar “pimpin,” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai “bimbing atau tuntun.” Kata kerja dari kata dasar ini, yaitu “memimpin”  yang  berarti  “membimbing atau menuntun.” Dari kata dasar ini pula lahirlah istilah “pemimpin” yang berarti “orang yang memimpin” (Tim Penyusun, 2005:874). Kata pemimpin mempunyai padanan kata dalam Bahasa […] More

  • in

    Bagian-Bagian Ajaran Bhakti Sejati

    B. Bagian-bagian Ajaran Bhakti SejatiPerenungan:Saphala sira rãkûakéng rãt,Tuwi sira mitra Hyang Indra bhaktitémén, Mãhéúwara ta sira lanã,Úiwabhakti ginöng lanã ginawé.Terjemahannya:Cukup berhasil Sri Baginda sebagai pimpinan, karena Sri Baginda sahabatSang Hyang Indra yang amat berbakti, juga terhadap Sang Hyang Maheswara,kepada Sang Hyang Çiwa pula diperkuat (Bhagawadgita, VII.16).Ajaran bhakti dalam agama Hindu mengajarkan umat manusia untukbersembah sujud […] More

  • in

    Sloka Ajaran Bhakti Sejati dalam Ramayana

    Sloka Ajaran Bhakti Sejati dalam R¢m¢yana Ramayana adalah kitab suci Veda Smrti tergolong Upaveda yang disebutItihasa. R¢m¢yana sebagai Itihasa yang terdiri dari 7 Kanda dengan jumlahsloka sebanyak 24.000 buah stanza. Ramãyana sebagai kitab suci Veda ditulisoleh Bhãgawan Walmiki. Menurut tradisi, kejadian yang dilukiskan di dalamRamãyana menggambarkan kehidupan pada zaman Tretayuga tetapi menurutkritikus Barat berpendapat bahwa […] More

  • in

    Keluarga Sukhinah dalam Agama Hindu

    Keluarga Sukhinah dalam Agama Hindu Anak yang jahat sama dengan pohon kering di tengah hutan, karenapergeseran dan pergesekan, keluar apinya, lalu membakar seluruh hutan, akantetapi anak yang baik sama dengan pohon cendana yang tumbuh di dalamlingkungan hutan, kera, ular, hewan berkaki empat, burung dan kumbang datangmengerubunginya (Nitisastra XII. 1).Semua agama selalu mengajarkan tentang kebajikan (dharma) […] More

  • in

    Ajaran Bhakti Sejati sebagai Dasar Pembentukan Budi Pekerti yang Luhur dalam Zaman Global

    Ajaran Bhakti Sejati sebagai Dasar Pembentukan BudiPekerti yang Luhur dalam Zaman Global Ada banyak nilai dan norma kehidupan yang mulia hilang karena terjadinyaerosi moral, krisis budaya, dan sebagainya. Masyarakat Indonesia mulaimenanggalkan tradisi-tradisi yang sesuai dengan local wisdom kita, seperticium tangan pada orang tua, penggunaan tangan kanan, senyum dan sapa,musyawarah, gotong-royong, dan lain-lain. Di sini terlihat […] More

  • in

    Bentuk Penerapan Bhakti Sejati dalam Kehidupan

    Bentuk Penerapan Bhakti Sejati dalam KehidupanKesadaran yang dilakukan oleh umat sedharma secara arif dan bijaksanasesuai dengan aturan; keimanan, kebajikan, acara keagamaan dan aturan etikaserta moralitas yang berlaku umum kehadapan Tuhan Yang Maha Esa “SewakaDharma” ini sangat dibutuhkan dewasa ini. Karena perkembangan dan kemajuanjaman “era global” telah mampu mengubah paradigma seseorang secara cepat.Sangat berbahaya untuk perkembangan […] More

Load More
Congratulations. You've reached the end of the internet.