in

Nilai-Nilai Dalam Kisah Mahabharata

Nilai-Nilai Dalam Kisah Mahabharata

Nilai Dharma / Kebenaran Hakiki

Ladang Informasi – Inti pokok cerita Mahabharata adalah konflik (perang) antara saudara sepupu (Pandawa melawan seratus Korawa) keturunan Bharata. Oleh karena itu Mahabharata disebut juga Maha-bharatayuddha. Konflik antara Dharma (kebenaran/kebajikan) yang diperankan oeh Panca Pandawa) dengan Adharma (kejahatan/kebatilan ) yang diperankan oleh Seratus Korawa.

Mahabharata merupakan sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku ini terdiri atas delapan kitab. Oleh karena itu, dinamakan Astadasaparwa (asta=8, dasa=10, parwa=kitab). Namun, ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum masehi.

Delapan belas Parwa (astadasaparwa) atau bagian tersebut dalam kisah Mahabharata, yaitu sebagai berikut:

1. Adi-Parwa = Pendahuluan, kisah Raja Manu dan lahir serta dibesarkan Keturunan Manu (Pandawa-Kurawa).

2. Sabha-Parwa = Pandawa membangun istana Indraprasta, permainan judi, dan hidup di pengasingan. Diceritakan pula saat Yudhistira menyelamatkan para saudaranya dari kematian maka diuji dengan pertanyaan tentang Dharma kehidupan oleh Dewata.

3. Wana-Parwa = Dua belas tahun di pengasingan di hutan.

4. Wirata-Parwa = Tahun dalam pengasingan dihabiskan di Kerajaan Wirata.

5. Udyoga-Parwa = Negosiasi serta persiapan perang.

6. Bhisma-Parwa = Bagian pertama dari pertempuran besar, dengan Bisma sebagai komandan untuk Kurawa dan bagian saat Bhagawad-gita diturunkan oleh Sri Khrisna kepada sang Arjuna, yang disaksikan oleh kusir kereta Prabu Dhritarastra yang diangkat menjadi menteri raja. Beliau bernama Sanjaya.

7. Drona-Parwa = Pertempuran berlanjut, dengan Drona sebagai panglima.

8. Karna-Parwa = Pertempuran lagi, dengan Karna sebagai panglima.

9. Shalya- Parwa = Bagian terakhir dari pertempuran dengan Salya sebagai panglima.

10. Sauptika-Parwa = Bagaimana Ashwattama dan sisanya Kurawa membunuh tentara Pandawa dalam tidur mereka sehingga meninggalnya Panca Kumara, putra dari Panca Pandawa.

11. Stri-Parwa = Gandari dan para istri ksatria meratapi suami mereka yang meninggal/orang mati.

12. Shanti-Parwa = Yudhistira menjadi Raja Hastina.

13 Anusasana-Parwa = Final instruksi dari Bisma, kakek dari Pandawa dan Kurawa.

14. Ashwamedhika-Parwa = Upacara Kerajaan Ashwamedha yang dilakukan oleh Yudhistira.

15. Ashramawasika-Parwa = Dretarasta, Gandari, dan Kunti pergi ke Ashram, dan akhirnya meninggal di hutan.

16. Mausala-Parwa = Pertikaian antara bangsa Yadawa karena senjata mausala.

17. Mahaprasthanika-Parwa = Bagian pertama perjalanan “besar” menuju kematian dari Yudhistira dan saudara-saudaranya.

Advertisement

18. Swagarohana-Parwa = Pandawa kembali ke dunia spiritual (swarga).

Adapun nilai-nilai pada peristiwa Mahabharata adalah sebagai berikut:

  1. Nilai kebenaran hakiki, inti pokok cerita Mahabharata adalah konflik (perang) antara saudara sepupu (Pandawa melawan seratus Kurawa) keturunan Bharata. Konflik antara kebenaran/kebajikan yang diperankan oleh Pandawa Lima dengan kejahatan/kebatilan yang diperankan oleh Seratus Kurawa. Dharma (kebenaran/kebaikan) merupakan kebajikan tertinggi yang senantiasa diketengahkan dalam cerita Mahabharata.
  2. Nilai kesetiaan (satya), cerita Mahabharata mengandung lima nilai kesetiaan (satya) yang diwakili oleh Yudhistira sulung Pandawa. Nilai kesetiaan/satya sesungguhnya merupakan media penyucian pikiran. Orang yang sering tidak jujur kecerdasannya diracuni ooleh virus ketidakjujuran. Ketidakjujuran menyebabkan pikiran lemah dan dapat diombang-ambing oleh gerakan pancaindra. Orang yang tidak jujur sulit mendapatkan kepercayaan dari lingkungannya. Bahkan, Tuhan pun tidak merestui mereka.
  3. Nilai pendidikan, sistem pendidikan yang diterapkan dalam cerita Mahabharata lebih menekankan pada penguasaan satu bidang keilmuan yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa.  Artinya, seorang guru dituntut memiliki kepekaan untuk mengetahui bakat dan kemampuan setiap siswanya. Sistem ini diterapkan oleh Guru Drona, Bima yang memiliki tubuh kekar dan kuat bidang keahliannya memainkan senjata gada, Arjuna mempunyai bakat di bidang senjata panah, dididik menjadi ahli panah. Untuk menjadi seorang ahli dan mumpuni dibidangnya masing-masing maka faktor disiplin dan kerja keras menjadi kata kunci dalam proses belajar mengajar.
  4. Nilai keikhlasan, bermacam-macam keikhlasan dijelaskan dalam cerita Mahabharata. Keikhlasan yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud tidak mementingkan diri-sendiri dan menggalang kebahagiaan bersama.
Advertisement

Written by nandasanjaya38@yahoo.com

I'm blink-182 fan and i'm proud of it. 4505 likes. Just another page about the most awesome band on the planet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DANG HYANG NIRATHA

Sapta Resi Penerima Wahyu