in

Jodoh Berdasarkan Wewaran Bali

Jodoh Berdasarkan Wewaran Bali

Ramalan Perjodohan Berdasarkan Wewaran

Ladang Informasi – Ada beberapa primbon perjodohan sebagai rambu-rambu dalam memilih pasangan hidup yang didasarkan dasar 

Perjodohan Berdasarkan Sapta Wara

Caranya, cari terlebih dahulu hari atau dina kelahiran lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan), dan sesuaikan hasilnya dengan data di bawah ini :

  • Minggu – Minggu berakibat sering sakit-sakitan
  • Senin-Senin berakibat buruk
  • Selasa-Selasa berakibat buruk
  • Rabu-Rabu berakibat buruk
  • Kamis-Kamis berakibat yuana (awet), senang
  • Jumat-Jumat berakibat melarat
  • Sabtu-Sabtu berakibat yuana, senang
  • Minggu-Senin berakibat banyak penyakit
  • Minggu – Selasa berakibat melarat
  • Minggu- Rabu berakibat yuana, senang
  • Minggu-Kamis berakibat konflik
  • Minggu-Jumat berakibat yuana, senang
  • Minggu-Sabtu berakibat melarat
  • Jumat-Sabtu berakibat celaka
  • Senen-Selasa berakibat yuana (rupawan), senang
  • Senen-Rabu berakibat beranak wadon (perempuan)
  • Senen Kamis berakibat disukai orang
  • Senen-Jumat berakibat yuana, senang
  • Senen-Sabtu berakibat rezekian
  • Selasa-Rabu berakibat kaya
  • Selasa-Kamis berakibat kaya
  • Selasa-Jumat berakibat pisah/cerai
  • Selasa-Sabtu berakibat sering konflik
  • Rabu-Kamis berakibat yuana, senang
  • Rabu-Jumat berakibat yuana, senang
  • Rabu-Sabtu berakibat baik
  • Kamis-Jumat berakibat yuana, senang
  • Kamis-Sabtu berakibat pisah/cerai

Jodoh berdasar Gabungan Neptu Panca Wara dan Sapta Wara

Perhitungan dengan cara gabungan atau jumlah neptu (urip) Panca Wara dan Sapta Wara laki dan perempuan, kemudian dibagi 5. Dan sisa menujukan pengaruh yang ditimbulkan dari perjodohan.

  • Sisa 1 : SRI, berarti rumah tangga beroleh rezeki
  • Sisa 2 : DANA, berarti rumah tangga keadaan keuangan baik
  • Sisa 3 :LARA berarti anggota rumah tangga dalam kesusahan atau kesakitan
  • Sisa 4 : PATI berarti kesengsaran, mungkin bisa menemui kematian atau kehilangan rezeki
  • Habis dibagi : LUNGGUH, berarti akan mendapatkan kedudukan.

Jumlah neptu Pancawara dan Sapta Wara Lanang di jumlah dengan Panca Wara dan Sapta Wara Wadon, kemudian dibagi 4, dan sisa menunjukan pengaruh yang ditimbulkan dari perjodohan sebagai berikut :

  • Sisa 1 disebut GENTO berarti jarang anak
  • Sisa 2 disebut PATI berarti banyak anak
  • Sisa 3 disebut SUGIH berarti banyak rezeki
  • Habis di bagi disebut PUNGGEL berarti kehilangan rezeki, cerai atau mati

Jumlah Neptu Sapta Wara dan Panca Wara laki, jumlah neptu Sapta Wara dan Panca Wara si perempuan masing-masing di bagi 9 (Sembilan), kemudian sisanya masing-masing dipertemukan :

  • 1 dengan 1 : saling mencintai
  • 1 dengan 2 : baik
  • 1 dengan 3 : rukun, jauh amerta
  • 1 dengan 4 : banyak celaka
  • 1 dengan 5 : cerai
  • 1 dengan 6 : jauh sandang pangan
  • 1 dengan 7 : banyak musuh
  • 1 dengan 8 : terombang-ambing
  • 1 dengan 9 : jadi tumpuan orang susah
  • 1 dengan 2 : dirgahayu, banyak rezeki
  • 2 dengan 3 : salah satu cepat mati
  • 2 denan 4 : banyak godaan
  • 2 dengan 5 : sering celaka
  • 2 dengan 6 : cepat kaya
  • 2 dengan 7 : anak-anak bayak mati
  • 2 dengan 8 : pendek rezeki
  • 2 dengan 9 : panjang rezeki
  • 3 dengan 3 : melarat
  • 3 dengan 4 : banyak cobaan/celaka
  • 3 dengan 5 : cepat cerai
  • 3 dengan 6 : mendapat nugraha
  • 3 dengan 7 : banyak godaan
  • 3 dengan 8 : salah satu cepat mati
  • 3 dengan 9 : kaya rezeki
  • 4 dengan 4 : sering sakit
  • 4 dengan 5 : banyak rencana
  • 4 dengan 6 : kaya, banyak rezeki
  • 4 dengan 7 : melarat
  • 4 dengan 8 : banyak rintangan
  • 4 dengan 9 : salah satu kalah
  • 5 dengan 5 : keberuntungan terus
  • 5 dengan 6 : terbatas/pendek rezeki
  • 5 dengan 7 : sandang pangan berkepanjangan
  • 5 dengan 8 : banyak rintangan
  • 5 dengan 9 : terbatas sandang pangan
  • 6 dengan 6 : besar goadaannya
  • 6 dengan 7 : rukun
  • 6 dengan8 : banyak musuh
  • 6 dengan 9 : terombang-ambing
  • 7 dengan 7 : dikuasai istri
  • 7 dengan 8 : celaka akibat perbuatan sendiri
  • Advertisement
  • 7 dengan 9 : panjang jodoh dan berpahala
  • 8 dengan 8 : disenangi orang
  • 8 dengan9 : banyak celaka
  • 9 dengan 9 : susah rezeki

 Jodoh Tri Premana

Petemon (pertemuan) laki-perempuan yang bernama Tri Premana ini didasarkan atas perhitungan jumlah neptu Panca Wara ditambah Sad Wara ditambah Sapta Wara dari weton (kelahiran) di pihak laki dan perempuan lalu di bagi 16 (enam belas) dan sisa dari pembagian memiliki makna sebagai berikut :

  • Sisa 1 bermakna diliputi kebimbangan, dalam keadaan suka dan duka, baik buruk, sehingga dituntut ketabahan.
  • Sisa 2 bermakna durlaba, rezeki seret, tapi suka melancong
  • Sisa 3 bermakna sering mendapat malu dan kecewa
  • Sisa 4 bermakna susah mendapatkan sentana (keturunan)
  • Sisa 5 bermakna merana, sering sakit
  • Sisa 6 bermakna merana sering sakit
  • Sisa 7 bermakna mengalami suka duka, baik buruk dalam perjalanan hidupnya menuju bahagia.
  • Sisa 8 bermakna sukar untuk memenuhi hajat hidupnya sehari-hari, bahkan sampai kekurangan (terak).
  • Sisa 9 bermakna kurang hati-hati, kesakitan tak henti-hentinya mewarnai hidupnya, sampai menimbulkan kekecewaan dan penyesalan hidup.
  • Sisa 10 bermakna mendapatkan wibawa serta disegani bagaikan raja/ratu yang berkuasa, sehingga dapat mengayomi keluarga.
  • Sisa 11 bermakna mendapat sukses dalam perjalanan hidup, tercapai citacitanya penuh kepuasan (sidha serta sabita).
  • Sisa 12 bermakna sedana nulus, rezeki lancar/gampang.
  • Sisa 13 bermakna dirgayusa, panjang umur, rezekinya berkepanjangan.
  • Sisa 14 bermakna mendapatkan kebahagiaan/kesenangan selalu.
  • Sisa 15 bermakna sering mengalami kesusahan, keadaan buruk serta banyak problem.
  • Sisa 16 bermakna memperoleh kebahagiaan dan kesenangan

Sebagai kelanjutan dari jenjang perjodohan yang telah dilakukan dengan memperhatikan beberapa pertimbangan tersebut di atas, sudah tentu diharapkan berlanjut pada jenjang perkawinan. Perkawinan yang dimaksud adalah perkawinan yang sah baik secara agama maupun secara hukum. Secara agama perkawinan adalah sakral. Sehingga dalam pelaksanaannya perlu memilih hari yang baik karena akan memberikan pengaruh pula dalam keharmonisan rumah tangga. Berikut ini akan diuraikan beberapa dewasa ayu untuk upacara Manusa Yajña (pewiwahan)1. Mertha Yoga : Upacara untuk Manusa Yajña. Yang termasuk ke dalam Merta Yoga yaitu; Soma Keliwon Landep, Soma Umanis Taulu, Soma Wage Medangsia, Soma Umanis Medangkungan, Soma Paing Menail, Soma Pon Ugu, Soma Wage Dukut.
2. Baik Buruknya Sapta Wara untuk upacara Pewiwahan

  • Minggu : Buruk, sering terjadi pertengkaran, dapat berakibat pertengkaran
  • Senin : Baik mendapat keselamatan dan kesenangan
  • Selasa : Buruk, suka berbantah, masing-masing tidak mau mengalah
  • Kamis : Baik hidup rukun, senang dan disenangi orang
  • Jumat : Baik, tentram sentosa, tak kurang sandang pangan
  • Sabtu : Sangat buruk, senantiasa dalam kesusahan

3. Baik Buruknya Penanggal /Tanggal untuk upacara Perkawinan

  • Tanggal 1 Dirgahayu, sejahtera
  • Tanggal 2 Sidha cita, Sidha karya, disayang keluarga
  • Tanggal 3 Memperoleh banyak anak, sentana
  • Tanggal 4 Suami sering sakit
  • Tanggal 5 Dirgahayu, dirgayusa, selamat, sejahtera dan panjang umur
  • Tanggal 6 Menemui kesusahan
  • Tanggal 7 Suka, rahayu, hidup bahagia
  • Tanggal 8 Sering sakit hampir meninggal
  • Tanggal 9 Senantiasa sengsara
  • Tanggal 11 Kurang ulet berkarya, penghasilan kurang
  • Tanggal 12 Mendapat kesusahan
  • Tanggal 13 labha bhukti, mendapat keberuntungan, terutama menyangkut pangan kinum
  • Tanggal 14 Sering berbantah, kemungkinan bisa sampai cerai
  • Tanggal 15 Sangat buruk, bisa menemui kesengsaraan

4. Baik Buruknya Sasih hubungannya dengan upacara wiwaha (upacara pernikahan)

  • Kasa, (Srawana – Juli) : buruk anak-anaknya menderita
  • Karo, (Bhadrawada – Agustus) : buruk sangat miskin
  • Ketiga, (Asuji – September) : Sedang banyak anak-anak
  • Kapat, ( Kartika – Oktober) : baik, kaya dicintai orang
  • Kelima, (Marggasira – Nopember) : baik, tidak kurang makan dan minum
  • Keenem (Posya – Desember) : buruk, janda
  • Kepitu (Magha – Januari) : baik, mendapat keselamatan, panjang umur
  • Kawolu (Palguna – Pebruhari) : buruk kurang makan dan minum
  • Kesanga (Citra- Maret) : buruk sekali, selalu sengsara sakit-sakitan
  • Kedasa (Waisaka – April) : baik sekali, kaya raya selalu gembira
  • Desta (Jyesta – Mei) : buruk, duka, sering bertengkar marah
  • Sada (Asadha – Juni) : buruk, sakit-sakitan.

Demikian beberapa gambaran tentang perjodohan yang terjadi dalam hari-hari tertentu apabila dihitung berdasaran sistem Bali.

Advertisement

Written by nandasanjaya38@yahoo.com

I'm blink-182 fan and i'm proud of it. 4505 likes. Just another page about the most awesome band on the planet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sapta Resi Penerima Wahyu

Kedudukan Wanita Dalam Agama Hindu