in

Ajaran Bhakti Sejati

Ajaran Bhakti Sejati

Ajaran Bhakti Sejati


Kita sering mengucapkan kata bhakti seperti mebhakti, ngaturang bhakti,
satya bhakti, bhakti sejati dan sebagainya. Istilah bhakti memiliki arti yang luas
yaitu sujud, memuja, hormat setia, taat, memperhambakan diri dan kasih sayang,
bhakti juga merupakan suatu jalan dalam betuk melakukan sujud dan pemujaan
serta memperhambakan diri secara setia kehadapan Hyang Widhi. Rasa bhakti
ini juga diwujudkan dengan jalan menghormati dan menyayangi sesama ciptaan
Beliau dan orang yang menempuh jalan Bhakti disebut Bhakta. Sedangkan
istilah sejati memiliki arti sesungguhnya, memang demikian adanya, sungguh
asli, apa-adanya dan sebagainya.


Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan, bhakti: tunduk dan hormat;
perbuatan yang menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk): — kepada Tuhan
Yang Maha Esa; — seorang anak kepada orang tuanya; memperhambakan diri;
setia sebagai tanda — kepada nusa dan bangsa, ia berusaha berprestasi sebaikbaiknya (Tim, 2001:94). Sedangkan kata sejati: sebenarnya; (tulen, asli, murni,
tidak lancung, tidak ada campuran) (Tim, 2001:462).


Kitab Bhagawadgita Bab XII-1 tentang bhakti Yoga menjelaskan:
Bhakta yang mantap senantiasa menyembah-Mu demikian dan yang lain lagi,
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti 201
menyembah Yang Abstrak, Yang Kekal Abadi; yang manakah dari keduanya
ini yang lebih mahir dalam Yoga (Pudja, 2004:3008). Bhakta adalah pengikut
ajaran bhakti marga yang setia, tekun, sungguh-sungguh berdasarkan rasa, cinta,
dan kasih yang mendalam.


Kata Bhakti (Bahasa Sanskerta) berarti pengabdian atau bagian (Monier:
2008). Dalam praktik Hinduisme menandakan suatu keterlibatan aktif oleh
seseorang dalam memuja Yang Mahakuasa. Istilah bhakti sering diterjemahkan
sebagai pengabdian, meskipun kata partisipasi semakin sering digunakan
sebagai istilah yang lebih akurat, karena menyampaikan sesuatu yang hubungan
dekat dengan Tuhan.

Orang yang melakukan bhakti disebut bhakta, sementara
bhakti sebagai jalan spiritual disebut sebagai bhakti marga atau jalan bhakti.
Bhakti merupakan komponen penting dalam banyak cabang Hindu, yang
didefinisikan berbeda-beda oleh berbagai individu, kelompok, dan masyarakat.
Bhakti menekankan pengabdian dan praktik daripada ritual.Bhakti biasanya
digambarkan seperti hubungan antarmanusia; seperti dengan kekasih, dengan
teman, orang tua, anak, dan tuan-hamba. Bhakti dapat mengacu kepada hubungan
bakti kepada seorang guru spiritual, sebagai guru-bhakti; dengan bentuk pribadi
Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi, misal: Uma, Saraswati, Sri,
Laksmi atau zat ilahi tanpa bentuk yang disebut Nirguna. Tradisi bhakti yang
berbeda dalam agama Hindu terkadang dibagi-bagi, meliputi: Siwaaliran, yang
menyembah Brahma, Wisnu dan para dewa dan dewi yang terkait dengannya;
pengikut Wesnawa yang menyembah bentuk Wisnu, Awatara dan lain-lain.
Bhakti menurut tradisi tertentu tidak eksklusif. Pengabdian kepada satu dewa
tidak menghalangi ibadah yang lain.

Bhakti sejati adalah sujud, memuja, hormat setia, taat, memperhambakan
diri dan kasih sayang, sebenarnya, tekun, sungguh-sungguh berdasarkan rasa,
cinta, dan kasih yang mendalam memuja Ida
Sang Hyang Widhi atau yang dipujanya.
Bhakti sejati adalah pemujaan yang dilakukan
seseorang kepada yang dipujanya dengan
sungguh-sungguh dan penuh rasa hormat,
cinta kasih yang mendalam untuk memohon
kerahayuan bersama.
Jalan untuk mendekatkan diri kepada
Hyang Widhi Wasa ada empat cara/jalan
yang sering disebut dengan Catur Marga
yang di antaranya karma marga yaitu
berbakti dengan cara berbuat/bekerja, Bhakti marga yaitu berbhakti dengan cara
melakukan persembahan/sujud bhakti, jnana marga yaitu berbhakti dengan cara
mentransfer ilmu pengetahuan yang kita miliki, dan raja marga yaitu berbhakti
dengan cara mempraktikkan ajaran-ajaran agama seperti melakukan Tapa,
Bratha, Yoga, dan Samadhi.

Uji Kompetensi:

  1. Apakah yang dimaksud dengan bhakti sejati dalam Kitab Ramayana?
    Jelaskanlah.
  2. Apakah yang Anda ketahui terkait dengan penerapan ajaran bhakti
    sejati dalam agama Hindu? Jelaskanlah!
  3. Mengapa seseorang wajib menempuh jalan bhakti dalam memuja Ida
    Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa? Jelaskanlah!
  4. Amatilah lingkungan sekitar anda sehubungan dengan orang-orang
    yang dipandang dalam memuja Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang
    Widhi dengan mengikuti jalan bhakti, buatlah catatan seperlunya
    dan diskusikanlah dengan orang tua! Apakah yang terjadi? Buatlah
    narasinya 1-3 halaman diketik dengan huruf Times New Roman – 12,
    spasi 1,5 cm, ukuran kertas kwarto; 4-3-3-4; Lakukanlah!

Written by nandasanjaya38@yahoo.com

I'm blink-182 fan and i'm proud of it. 4505 likes. Just another page about the most awesome band on the planet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tujuan Wiwaha Menurut Hindu

Bentuk Penerapan Bhakti Sejati dalam Kehidupan