in

Sejarah Yoga dalam Ajaran Hindu

Sejarah Yoga dalam Ajaran Hindu

Sejarah Yoga dalam Ajaran Hindu

Perenungan:

Šikᒲa na indra r¢ya ¢ puru

vidaᒡᒮcisama, av¢ naá p¢rye ghane

Terjemahannya:

’Berilah kami petunjuk, ya Tuhan, untuk mendapatkan kekayaan/

pengetahuan, Engkau Yang Maha Tahu, dipuja dengan lagu-lagu, tolonglah kami

dalam perjuangan ini’ (Rg veda VIII. 92. 9).

Memahami Teks:

Bangsa yang besar adalah bangsa (masyarakatnya) yang menghargai menghormati

pendahulunya dan sejarahnya. Kehadiran ajaran

Yoga di kalangan umat Hindu sudah sangat

populer, bahkan juga merambah masyarakat

pada umumnya. Adapun orang suci yang

membangun dan mengembangkan ajaran ini

(Yoga) adalah Maharsi Patañjali. Ajaran Yoga

dapat dikatakan sebagai anugrah yang luar

biasa dari Maharsi Patañjali kepada siapa saja

Gambar 1.3 Maha Rsi Patanjali yang ingin melaksanakan hidup kerohanian.

Sumber: http://www.azquotes.com

Bila Kitab Veda merupakan pengetahuan suci yang bersifat teoritis, maka Yoga

adalah merupakan ilmu yang bersifat praktis dari-Nya. Ajaran Yoga merupakan

bantuan kepada siapa saja yang ingin meningkatkan diri di bidang kerohanian.

Kitab yang berisikan tentang ajaran Yoga untuk pertama kalinya adalah

Kitab Yogasótra karya Maharsi Patañjali. Namun demikian, dinyatakan bahwa

unsur-unsur ajarannya sudah ada jauh sebelum itu. Ajaran Yoga sesungguhnya

sudah terdapat di dalam Kitab ᏿ruti, Smrti, Itih¢sa, maupun Pur¢na. Setelah buku

Yogasótra, berikutnya muncullah kitab-kitab Bh¢sya yang merupakan buku

komentar terhadap karya Maharsi Patañjali, di antaranya adalah Bh¢syaNiti oleh

Bhojaraja.

Komentar-komentar itu menguraikan tentang ajaran Yoga karya Maharsi

Patañjali yang berbentuk sótra atau kalimat pendek dan padat. Sejak lebih

dari 5.000 tahun yang lalu, Yoga telah diketahui sebagai salah satu alternatif

pengobatan melalui pernafasan. Awal mula munculnya Yoga diprakarsai oleh

Maharsi Patañjali, dan menjadi ajaran yang diikuti banyak kalangan umat Hindu.

Maharsi Patañjali mengartikan kata “Yoga” sama-dengan Cittavrttinirodha yang

bermakna penghentian gerak pikiran. Seluruh Kitab Yogasutra karya Maharsi

Patañjali dikelompokkan atas 4 pada (bagian) yang terdiri dari 194 sótra. Bagianbagiannya antara lain:

a. Samadhip¢da

Kitab ini menjelaskan tentang: sifat, tujuan, dan bentuk ajaran Yoga.

Di dalamnya memuat tentang perubahan-perubahan pikiran dan tata cara

melaksanakan Yoga.

b. Sh¢dhanap¢da

Kitab ini menjelaskan tentang pelaksanaan Yoga seperti tata cara mencapai

Samadhi, tentang kedukaan, karmaphala, dan yang lainnya.

c. Vibhótip¢da

Kitab ini menjelaskan tentang aspek sukma atau batiniah serta kekuatan

gaib yang diperoleh dengan jalan Yoga.

d. Kaivalyap¢da

Kitab ini menjelaskan tentang alam kelepasan dan kenyataan roh dalam

mengatasi alam duniawi.

Ajaran Yoga termasuk dalam sastra Hindu. Berbagai sastra Hindu yang

memuat ajaran Yoga diantaranya adalah Kitab Upanisad, Kitab Bhagavad Gita,

Kitab Yogasutra, dan Hatta Yoga. Kitab weda merupakan sumber ilmu Yoga,

yang atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa yang

menyediakan berbagai metode untuk mencapai penerangan rohani. Metodemetode yang diajarkan itu disesuaikan dengan tingkat perkembangan rohani

seseorang dan metode yang dimaksud dikenal dengan sebutan Yoga.

Yoga-sthaá kuru karm¢ᒤi saògaᒡ tyakv¢ dhanañjaya

siddhy-asiddhyoh samo bhótv¢ samatvam Yoga ucyate,

Terjemahannya:

Pusatkanlah pikiranmu pada kerja tanpa menghiraukan hasilnya, wahai

Danañjaya (Arjuna), tetaplah teguh baik dalam keberhasilan maupun kegagalan,

sebab keseimbangan jiwa itulah yang disebut Yoga (BG.II.48).

Setiap orang memiliki watak (karakter), tingkat rohani, dan bakat yang

berbeda. Dengan demikian, untuk meningkatkan perkembangan rohaninya

masing-masing orang dapat memilih jalan rohani yang berbeda-beda. Tuhan

Yang Maha Esa sebagai penyelamat dan maha kuasa selalu menuntun umatnya

untuk berusaha mewujudkan keinginannya yang terbaik. Atas kuasa Tuhan

Yang Maha Esa, manusia dapat menolong dirinya untuk melepaskan semua

rintangan yang sedang dan yang mungkin dihadapinya. Dengan demikian maka

terwujudlah tujuan utamanya, yakni sejahtera dan bahagia.

“Tr¢t¢ram indram avit¢ram handraᒡhavehave

suhavaᒡᒱuram indram, hvay¢mi ᒱakram puruhótam

indraᒡ svasti no maghav¢ dh¢tvindrah.

Terjemahannya:

Tuhan sebagai penolong, Tuhan sebagai penyelamat, Tuhan yang maha

kuasa, Tuhan sebagai penolong yang dipuja dengan gembira dalam setiap

pemujaan, Tuhan maha kuasa, selalu dipuja, kami memohon, semoga Tuhan,

yang maha pemurah, melimpahkan rahmat kepada kami (RV.VI.47.11).

Bersumberkan kitab-kitab tersebut di atas jenis Yoga yang baik untuk diikuti

adalah:

a. Hatha Yoga

Gerakan Yoga yang dilakukan dengan posisi fisik (Asana), teknik

pernafasan (Pranayana) disertai dengan meditasi. Posisi tubuh tersebut dapat

mengantarkan pikiran menjadi tenang, sehat, dan penuh vitalitas. Ajaran Hatha

Yoga berpengaruh atas badan atau jasmani seseorang. Ajaran Hatha Yoga

menggunakan disiplin jasmani sebagai alat untuk membangunkan kemampuan

rohani seseorang. Sirkulasi pernafasan dikendalikan dengan sikap-sikap badan

yang sulit. Sikap-sikap badan yang sulit dilatih supaya bagaikan seekor kuda

yang dilatih agar dapat menurut perintah penunggangnya yang dalam hal ini

penunggangnya adalah atman (roh).

b. Mantra Yoga

Gerakan Yoga yang dilaksanakan dengan mengucapkan kalimat-kalimat

Advertisement

suci melalui rasa kebaktian dan perhatian yang terkonsentrasi. Perhatian

dikonsentrasikan agar tercapai kesucian hati untuk ‘mendengar’ suara kesunyian,

sabda, ucapan Tuhan mengenai identitasnya. Pengucapan berbagai mantra

dengan tepat membutuhkan suatu kajian ilmu pengetahuan yang mendalam.

Namun biasanya banyak kebaktian hanya memakai satu jenis mantra saja.

c. Laya Yoga atau Kundalini Yoga

Gerakan Yoga yang dilakukan dengan tujuan menundukkan pembangkitan

daya kekuatan kreatif kundalini yang mengandung kerahasiaan dan latihan-

latihan mental dan jasmani. Ajaran Laya Yoga menekankan pada kebangkitan

masing-masing cakra yang dilalui oleh kundalini yang bergerak dari cakra dasar

ke cakra mahkota serta bagaimana memanfaatkan karakteristik itu untuk tujuantujuan kemuliaan manusia.

d. Bhakti Yoga

Gerakan Yoga yang memfokuskan diri untuk menuju hati. Diyakini bahwa

jika seorang yogi berhasil menerapkan ajaran ini, maka dia dapat melihat

kelebihan orang-lain dan tata cara untuk menghadapi sesuatu. Praktik ajaran

bhakti Yoga ini juga membuat seorang yogi menjadi lebih welas asih dan

menerima segala yang ada di sekitarnya. Karena dalam Yoga diajarkan untuk

mencintai alam dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

e. Raja Yoga

Gerakan Yoga yang menitikberatkan

pada teknik meditasi dan kontemplasi. Ajaran Yoga ini nantinya mengarah pada tata

cara penguasaan diri sekaligus menghargai

diri sendiri dan sekitarnya. Ajaran Raja

Yoga merupakan dasar dari Yoga sutra.

f. Jnana Yoga

Gerakan Yoga yang menerapkan metode untuk meraih kebijaksanaan dan

pengetahuan. Gerakan ajaran jnana Yoga ini cenderung untuk menggabungkan

antara kepandaian dan kebijaksanaan, sehingga nantinya mendapatkan hidup

yang dapat menerima semua filosofi dan agama.

g. Karma Yoga

Gerakan Yoga yang mempercayai adanya reinkarnasi. Melalui Karma

Yoga, umat dibuat untuk menjadi tidak egois, karena yakin bahwa perilaku umat

saat ini memungkinkan berpengaruh pada kehidupan yang mendatang. Ajaran

Karma Yoga meliputi Yoga perbuatan atau berkarya, kewajiban demi tugas itu

sendiri tanpa meginginkan buah hasilnya, seperti misalnya penghargaan karena

mendapat sukses atau terkabulkannya suatu tujuan dan tanpa merasa menyesal

kiranya bila tidak berhasil atau mengalami kegagalan.

Dalam ajaran agama Hindu selain diperkenalkan berbagai jenis gerakan Yoga

tersebut di atas, ada yang disebutkan jenis Tantra Yoga. Ajaran Tantra Yoga ini

sedikit berbeda dengan Yoga pada umumnya, bahkan ada yang menganggapnya

mirip dengan ilmu sihir. Ajaran Tantra Yoga ini terdiri atas kebenaran dan halhal yang mistik (mantra) kekuatan dalam sebuah mantra. Ajaran Tantra Yoga

bertujuan untuk dapat menghargai pelajaran dan pengalaman hidup umatnya.

Oleh karenanya, ada baiknya kita mengenal dan dapat memanfaatkan ajaran

Yogãsanas tersebut untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup

dalam kehidupan ini. Bagaimana semuanya itu? Sebelumnya selesaikanlah uji

kompetensi berikut dengan baik!

Uji Kompetensi:

1. Sejarah membuktikan bahwa ajaran Yoga telah berlangsung ribuan

tahun lamanya dalam kehidupan masyarakat Hindu. Buatlah peta

konsep tentang keberadaan ajaran Yoga dalam sastra Hindu!

2. Kapankah sejarah Yoga mulai berkembang di wilayah lingkungan

sekitarmu? Buatlah catatan yang diperlukan!

3. Amatilah praktik ajaran Yoga yang ada di lingkungan sekitarmu,

buatlah laporan berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan!

Sebelumnya diskusikanlah dengan orang tuamu di rumah.

4. Sejak kapan praktik ajaran Yoga berkembang di sekitar wilayahmu?

Bagaimana respon masyarakat sekitarnya?

Advertisement

Written by nandasanjaya38@yahoo.com

I'm blink-182 fan and i'm proud of it. 4505 likes. Just another page about the most awesome band on the planet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengertian Dan Hakikat Yogaasanas

Mengenal dan Manfaat Ajaran Yogãsanas