in

Sang Hyang Widhi (Tuhan) dalam Ajaran Yogãsanas

Sang Hyang Widhi (Tuhan) dalam Ajaran Yogãsanas

Sang Hyang Widhi (Tuhan) dalam Ajaran Yogãsanas

Patanjali menerima eksistensi Sang Hyang Widhi (Isvara) di mana Sang

Hyang Widhi menurutnya adalah The Perfect Supreme Being, bersifat abadi,

meliputi segalanya, Maha Kuasa, Maha Tahu, dan Maha Ada. Sang Hyang Widhi

adalah purusa yang khusus yang tidak dipengaruhi oleh kebodohan, egoisme,

nafsu, kebencian dan takut akan kematian. Ia bebas dari Karma, Karmaphala dan

impresi-impresi yang bersifat laten.

Patanjali beranggapan bahwa individu-individu memiliki esensi yang sama

dengan Sang Hyang Widhi, akan tetapi oleh karena ia dibatasi oleh sesuatu yang

dihasilkan oleh keterikatan dan karma, maka ia berpisah dengan kesadarannya

tentang Sang Hyang Widhi dan menjadi korban dari dunia material ini.

Tujuan dan aspirasi manusia bukanlah bersatu dengan Sang Hyang Widhi,

tetapi pemisahan yang tegas antara Purusa dan Prakrti (Sarasamuccaya, hal

371). Hanya satu Tuhan (Sang Hyang Widhi). Menurut Vijnanabhisu: “dari

semua jenis kesadaran meditasi, bermeditasi kepada kepribadian Sang Hyang

Widhi adalah meditasi yang tertinggi. (Sarasamuccaya, 372) Ada bebagai obyek

yang dijadikan sebagai pemusatan meditasi yaitu bermeditasi pada sesuatu yang

ada di luar diri kita, bermeditasi kepada suatu tempat yang ada pada tubuh kita

sendiri dan yang tertinggi adalah bermeditasi yang di pusatkan kepada Sang

Advertisement

Hyang Widhi.

Kebodohan menyatakan bahwa ada dualisme dari satu realitas yang

disebut Sang Hyang Widhi (Tuhan). Ketika kebodohan dihilangkan oleh

pengetahuan, maka dualisme hilang dan kesatuan penuh akan dicapai. Ketika

seseorang mengatasi kebodohan, maka dualisme hilang, ia menyatu dengan

The Perfect Single Being tetapi kesempurnaan The Single Being itu selalu ada

dan tetap tersisa sebagai sesuatu yang sempurna dan satu. Tak ada perubahan

dalam lautan, seberapa banyakpun sungai-sungai yang mengalirkan airnya dan

bermuara padanya. Ketidakberubahan adalah keadaan dasar dari kesempurnaan.

Bagaimana kita dapat memperaktikkan sikap-sikap ajaran Yogãsanas untuk

mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup dalam kehidupan ini?

Sebelumnya selesaikanlah uji kompetensi berikut dengan baik!

Uji Kompetensi:

1. Bagaimana pandangan ajaran Yoga terhadap Tuhan?

1. Bagaimana keberadaan Tuhan itu sendiri dalam ajaran Yoga?

Sebelumnya diskusikanlah dengan orang tua Kamu di rumah.

2. Dalam ajaran Yoga, apakah yang dimaksudkan Tuhan itu?

Advertisement

Written by nandasanjaya38@yahoo.com

I'm blink-182 fan and i'm proud of it. 4505 likes. Just another page about the most awesome band on the planet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yogãsana dan Etika

Mempraktikkan Sikap-sikap Yogãsana