in

2 Jenis Orang Melihat Dalam Agama Hindu

Sastra Weda adalah Tuhan, nah setiap orang akan memahami Weda sesuai tingkat kesadarannya: ada yang baru melihat sebagai buku, ada melihat sebagai aksara, ada yang mendengar sebagai mantra, ada yang memahami sebagai tattwa, ada yang mengetahui sebagai kebijaksanaan, sebagai Atma, sebagai brahman.

1. Tiga Jenis Orang Melihat “Tulisan”.

Ada tiga orang yang sedang berdiri di depan Papan tulis, pada Papan tulis tertulis: SARVAM KHALVIDAM BRAHMA. Orang yang pertama adalah orang yang melek mata, tapi buta aksara; orang yang kedua adalah orang yang melek aksara, tapi buta bahasa; orang yang ketiga adalah orang yang melek segalanya, yaitu: melek mata, melek aksara, dan melek bahasa.
Orang yang pertama, ia hanya bisa melihat tulisan itu sebagai tulisan saja, ia tidak bisa membacanya. Padahal tulisan itu ada hubungan dengan dirinya.
Sedangkan orang yang kedua, walaupun dia bisa membacanya, tetapi dia tidak bisa memahaminya (buta bahasa sansekerta). Padahal tulisan itu ada hubungannya dengan dirinya. Berbeda dengan orang yang ketiga, ia bisa melihat, membaca, dan sekaligus bisa memahaminya, bahwa tulisan itu bermakna: SESUNGGUHNYA SEMUANYA INI ADALAH BRAHMAN. Dialah yang memiliki pengetahuan yang lengkap.

Dalam hal ini, tulisan yang “sama dan tetap”, dilihat oleh orang dengan tingkat pengetahuan yang berbeda sehingga ditanggapinya juga berbeda, padahal tidak ada sesuatupun yang mengalami “perubahan” pada tulisan itu.

2. Tiga Orang Memahami “Dunia”.

Demikian juga, dunia yang “sama dan tetap”, yang tiada lain adalah “Brahman”, dipahami oleh tiga Jenis Orang yang berbeda, yaitu: orang biasa, orang pintar, dan orang bijaksana.
Bagi orang biasa, ia hanya melihat dunia ini sebagai bentuk “luarnya saja”, ia tidak bisa memahami hal-hal yang mulia dan luhur pada dunia. Padahal Beliau ada pada dunia dan ada pada dirinya, tapi ia tidak menyadarinya.

Sedangkan bagi orang pintar, walaupun ia telah bisa memahami hal-hal yang mulia dan luhur pada dunia, tetapi ia belum dapat menyadari kesujatian dari dunia yang sebenarnya. Padahal dunia dan dirinya itu, tiada lain adalah Brahman, tapi ia belum menyadarinya.
Berbeda dengan orang bijaksana, ia telah menyadari kesejatian dari dunia dengan sebenar-benarnya, bahwa dunia dengan segala isinya (fisika, metafisika, juga bukan keduanya) semuanya adalah Brahman. Yang ada hanyalah Brahman, tidak ada apapun yang lain. Dialah yang telah menyadarinya dengan sempurna.

Dalam hal ini, penampakan sesuatu yang lain dari Brahman, tiada lain adalah fatamorgana yang disebabkan oleh ketidaktahuan. Demikian juga dunia yang “sama dan tetap”, dilihat seolah-olah mengalami perubahan. Perubahan ini adalah fatamorgana/maya yang juga disebabkan oleh ketidaktahuan.

Written by nandasanjaya38@yahoo.com

I'm blink-182 fan and i'm proud of it. 4505 likes. Just another page about the most awesome band on the planet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Soal Ekonomi Kelas X Semester 2 Dan Jawaban

Percakapan (Dialog) Bahasa Bali Berisi Basita ParibasaBali