in

Glosarium Pengertian Agama Hindu Kelas XI

                                                                        Glosarium

Astangga yoga delapan tahapan yang ditempuh dalam melaksanakan yoga, dengan bagianbagiannya yaitu yama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dan samadhi
Astangga yoga “delapan bagian yoga” sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan
Asana ialah sikap duduk yang sempurna
Bhakti Marga berarti berbakti atau sembahyang yang merupakan cara mendekatkan diri
pada Tuhan Agama mengajarkan umatnya untuk melakukan ritual ini lengkap dengan tata
caranya
Bagi Vibhuti Marga kegelapan merupakan simbol ketidakbenaran yaitu kejahatan,
kekacauan, keonaran, kebodohan, kematian, setan dan sebagainya Dewa Agni secara
simbolis menyatakan keutamaan sinar Oleh karena itu, Dewa Agni dipuja sebagai Dewa
yang berkilauan yang memancarkan sinarnya ke seluruh penjuru
Catur Marga empat jalan yang wajib dilalui untuk mewujudkan kebahagiaan hidup ini
Keempat jalan itu Bhakti Marga/yoga, Karma Marga/Yoga, Jnana Marga/Yoga, dan Raja
Marga/Yoga
Catur Warna berarti empat macam pengklasifikasian umat atau masyarakat Hindu
berdasarkan guna dan karmanya masing-masing
Catur Asrama empat jenjang lapangan hidup yang diklasifikasikan menurut tingkatantingkatan tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat perilaku umat manusia
Catur Purusartha empat tujuan hidup manusia yang utama, yang terdiri atas: dharma, artha,
kama, dan moksa
Dharmasastra (Smrti) dipandang sebagai kitab hukum Hindu karena di dalamnya banyak
dimuat tentang syariat Hindu yang disebut dharma
Dharana pemusatan pikiran
Dhyana meditasi
Grhastha masa hidup mendirikan rumah tangga baru (melaksanakan perkawinan) yang
dilaksanakan setelah fase brahmacari
Hukum Hindu sebuah tata aturan yang membahas aspek kehidupan manusia secara
menyeluruh yang menyangkut tata keagamaan, mengatur hak dan kewajiban manusia baik
sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial, dan aturan manusia sebagai warga negara
(tata negara)
Hukum peraturan-peraturan yang mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan seharihari, baik yang ditetapkan oleh pemerintah, penguasa, maupun pemberlakuannya secara
alamiah yang bila perlu pelaksanaannya dapat dipaksakan untuk dipatuhi guna mewujudkan
keharmonisan hidup bernegara dan bermasyarakat
Harmonis hidup dan kehidupan yang selalu damai, tiada bermasalah, penuh dengan
tenggangrasa, saling mengasihi dan mematuhi hukum yang berlaku
Jnana Marga berarti dengan belajar dan mencari pengetahuan seseorang akan bisa
mendekatkan diri pada Pencipta-Nya
Kirti suatu usaha, kerja (karma) dan pengabdian yang dilaksanakan oleh umat Hindu untuk
menghubungkan diri ke hadapan Sang Hyang Widhi beserta dengan manifestasinya Kirti
wujud kerja umat Hindu dalam rangka melaksanakan swadharmanya, baik dharma negara
maupun dharma agama
Kitab Dharmasastra yang memuat bidang hukum Hindu tertua dan sebagai sumber hukum
Hindu yang paling terkenal Manawa Dharmasastra
Karma Marga berarti perbuatan, tingkah laku, pekerjaan ataupun aksi Pekerjaan atau
perbuatan yang dimaksud tentu perbuatan yang baik
Lima bentuk yajña yang patut dilakukan oleh umat sedharma dalam upaya mewujudkan
kesejahteraan dan keharmonisan hidup ini yang dikenal dengan Panca Yajña Bagianbagiannya Dewa Yajña, Pitra Yajña, Rsi Yajña, Manusa Yajña, dan Bhuta Yajña
Moksha bersatunya atman dengan paramatman, atau tercapainya kebahagiaan yang tertinggi
yaitu suka tan pawali dukha
Manawa Dharmas¢stra sebuah kitab Dharmas¢stra yang dihimpun dengan bentuk yang
sistematis oleh Bhagawan Bhrigu
Perkawinan wajib hukumnya bagi seseorang yang sudah pantas untuk melaksanakannya
sekaligus sebagai pengamalan dharmanya
Niwrtti Marga dilaksanakan dengan menekuni ajaran yoga marga Pelaksanaan yoga
merupakan sadhana dalam mewujudkan samadhi yaitu penyatuan diri dengan Sang Hyang
Widhi Wasa
Nyama ialah pengendalian diri dalam diri yaitu tahapan rohani
Perkawinan atau wiwaha baru dapat dilakukan oleh seseorang ”umat” apabila yang
bersangkutan telah memenuhi persyaratan hukum yang berlaku dan berdasarkan normanorma agama yang dianutnya
Prawrtti Marga cara atau jalan yang utama untuk mewujudkan rasa bhakti ke hadapan Sang
Hyang Widhi, dengan tekun melaksanakan; tapa, yajna, dan kirti
Pranayama pengendalian prana/pernafasan
Pratyahara penarikan pikiran dari objeknya
Raja Marga mengamalkan ajaran agama dengan melakukan yoga, bersamadhi, tapa atau
melakukan brata (pengendalian diri) dalam segala hal termasuk upawasa (puasa) dan
Advertisement
pengendalian seluruh indra
Rta hukum alam ”Tuhan atau Brahman” yang bersifat murni, absolut, berlaku sangat adil dan
transendental serta keberadaannya tidak ada satu pun makhluk “manusia” dapat menolaknya
Samadhi luluhnya pikiran dengan atman
Setiap individu umat Hindu memiliki kesempatan untuk meningkatkan guna dan karmanya
masing-masing, sehingga dapat mencapai kesempurnaan hidup
Setiap umat memiliki kewajiban untuk meningkatkan jenjang kerohaniannya sesuai dengan
kondisi dan kenyataan hidupnya masing-masing
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti 409
Syahnya perkawinan yang dilaksanakan oleh seseorang apabila telah mendapatkan legalitas
hukum ”tri upasaksi” sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianutnya
Tapa pengendaliaan diri, untuk memuja Sang Hyang Widhi Setiap umat Hindu memiliki kewajiban
untuk melakukan pengendalian diri, dengan tujuan untuk menghubungan diri ke hadapan Sang
Hyang Widhi Pengendalian diri (tapa) itu sangat perlu dilaksanakan secara tekun dan teratur
tujuan perkawinan membentuk keluarga (rumah tangga) baru yang bahagia dan kekal
berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa
Untuk memenuhi tuntutan tujuan hidup manusia, kondisi moksa dapat ditingkat seperti
Samipya, Sarupya (Sadharmaya), Salokya (Karma mukti), dan Purnamukti
Vibhuti M¢rga kebesaran dan kemuliaan Tuhan yang dihayati oleh para maharesi melalui
spiritual yang kemudian penghayatan tersebut dilukiskan secara lahiriah dalam bentuk puisi
sebagai rasa kekagumannya
Vibhuti M¢rga sikap spiritual yang puitis yang dimiliki oleh para maharesi sebagai jalan
kemegahan memiliki keistimewaan yaitu tidak pernah lepas dari kenyataan yang dapat
dihayati melalui persepsi indra
Vibhuti M¢rga mencari pengalaman yang bersifat transendental di luar alam indra Sinar
yang menjadi objek utama kekaguman pendeta penyangga Vibhuti Marga, di mana sinar
itu digunakan sebagai simbol keindahan dan kemuliaan jiwa, simbol kebenaran, simbol rta,
simbol kebaikan, kebahagiaan, kekekalan, simbol Tuhan dan lain-lain
Wiwaha atau perkawinan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai
suami istri yang syah
Yama pengendalian diri dari tahap perbuatan jasmani
Yajña perbuatan atau persembahan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran
kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta prabhawa-Nya
Catur Warna Brahmana Ksatrya, Wesya, dan Sudra Warna
Yajña bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup umat manusia
beserta makhluk hidup yang lainnya
Yajna suatu pemujaan dan persembahan yang dilaksanakan oleh umat Hindu ke hadapan
Sang Hyang Widhi/Tuhan beserta manifestasinya yang dilandasi dengan rasa bhakti dan
ketulusan hati Melaksanakan yajna merupakan kewajiban bagi setiap umat yang beragama
Hindu
Yoga merupakan penghentian goncangan-goncangan pikiran Ada lima keadaan pikiran yang
ditentukan oleh intensitas ; sattwam, rajas dan tamas di antaranya : Ksipta, Mudha, Waksipta,
Ekgra, Nirudha Dengan Panca Yama Brata dan Panca Nyama Brata menuju keharmonisan
Yoga merupakan pengendalian gelombang – gelombang pikiran dalam alam pikiran untuk
dapat berhubungan dengan Sang Hyang Widhi Wasa Disebutkan ada 22 jenis yoga yang
sangat bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani manusia
Yoga Marga suatu usaha untuk menghubungkan diri dengan Sang Hyang Widhi Wasa beserta
manifestasi-Nya melalui Ast¢ngga Yoga

Advertisement

Written by nandasanjaya38@yahoo.com

I'm blink-182 fan and i'm proud of it. 4505 likes. Just another page about the most awesome band on the planet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aturan penulisan kode program pascal

Pendapat Catur Asrama Era Globalisasi