in

Makalah Sejarah “Akulturasi Budaya Islam Dengan Budaya Nusantar

Akulturasi Budaya Islam Dengan Budaya Nusantara






Oleh :
1.     I Kadek Nanda Sanjaya                  9
2.     I Nyoman Bagus  Ramapatra         14
3.     I Wayan Aditya Putra                     16

4.     I Gusti Ag. Ngr Aditya Wiguna     06

5.     I Made Ogi Ariesta                              12
6.     I Kadek Oggy Kusuma Putra               10
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Tuhan, karena atas berkat dan rahmat-Nya maka saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Akulturasi Budaya Islam Dengan Budaya Nusantara”.
Penulisan makalah merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata pelajaran Sejarah Indonesia.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada :
Bapak Ibu. Guru mata pelajaran sejarah indonesia. yang sudah memberikan tugas makalah pendidikan Kewarganegaraan ini.
Teman – teman di Kelas X MIPA 6 SMAN 1 Sukawati.
Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal  pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
Tim Penulis
1. Seni Bangunan
Perpaduan antara seni budaya Indonesia dengan budaya Islam pada seni bangunan dapat melalui bangunan masjid, makam dan bangunan lainya.
a. Masjid
Atap bagian yang melingkupi ruang bujur sangkar).
Gambar 1. Masjid Banten.
Atap bukan berupa kubah, melainkan berupa atap tumpang, yaitu atap yang bersusun, makin ke atas makin kecil. Tingkatan paling atas membentuk limas. Jumlah tumpang selalu ganjil. Biasanya 3, namun ada juga yang lima seperti masjid banten.
Dalam seni bangunan di zaman perkembangan Islam, terlihat ada perpaduan antara unsur Islam dengan kebudayaan praIslam yang sudah ada sebelumnya.
Ciri-cirinya adalah:
– Atapnya berbentuk tumpang yakni atap yang bersusun semakin ke atas semakin kecil dari tingkatan paling atas berbentuk limas. Jumlah atapnya ganjil 1, 3 atau 5 Dan biasanya ditambah dengan kemuncak guna memberi tekanan akan keruncingannya yang disebut Mustaka.
 – Tak dilengkapi dengan menara, seperti lazimnya bangunan masjid yang ada di luar Indonesia atau yang ada sekarang, namun dilengkapi dengan kentongan atau bedug untuk menyerukan adzan atau panggilan sholat. Bedug dan kentongan adalah budaya asli Indonesia.
– Letak masjid biasanya dekat dengan istana yakni sebelah barat alun-alun atau bahkan didirikan di tempat-tempat keramat yakni di atas bukit atau dekat dengan makam.
b. Menara
Menara masjid kudus merupakan sebuah candi Jawa Timur yang telah diubah dan disesuaikan penggunaanya serta diberi atap tumpang. Adapun menara Masjid Banten adalah tambahan yang diusahakan oleh seorang pelarian Belanda bernama Cardeel.
c. Letak Masjid
Pada umumnya, masjid didirikan berdekatan dengan istana. Kalau sebelah utara dan selatan istana biasanya terdapat sebuah lapangan, yang di Jawa disebut alun-alun, maka masjid didirikan tepat di tepi barat alun-alun. Masjid juga sering ditemukan di tempat-tempat keramat, yaitu tempat makam seorang raja, wali atau ahli agama yang termasyhur.
d. Makam
Kuburan atau makam biasanya diabadikan atau diperkuat dengan bangunan dari batu yang di sebut jirat atau kijing. Di atas jirat ini sering juga didirikan sebuah rumah yang disebut cungko atau kubah.
Makam tertua di Indonesia adalah makam Fatimah binti Maimun yang lebih terkenal dengan nama Putri Suwari di Leran tahun 1028 M, dan makamnya justru diberi cungkup. Makam ini mirip candi. Hal ini membuktikan bahwa pada abad ke-11 M masyarakat masih terikat pada bentuk candi.
e. Aksara dan Seni Rupa
Gambar 4. Kaligrafi.
Huruf-huruf Arab yang ditulis dengan sangat Indah disebut seni kaligrafi (seni kath dan kholt). Seni kaligrafi ini turut serta mewarnai perkembangan seni rupa Islam di Indonesia. Kalimat-kalimat yang ditulis bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits.
2. Seni Sastra
Perkembangan awal seni sastra di Indonesia pada zaman Islam bekisar di selat Malaka (daerah melayu) dan di Jawa. Seni sastra zaman Islam yang berkembang di Indonesia sebagian besar mendapat pengaruh dari persia, seperti cerita-cerita tentang Amir Hamzah, Bayan Budiman, 1001 malam (alf laila wa laila), dan sebagainya.
Seni sastra yang muncul pada zaman Hindu di sesuaikan perkembanganya dengan keadaan zaman Islam. Seni sastra tersebut antara lain Mahabarata, Ramayana dan Pancayantra diubah menjadi Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Perang Pandawa Jaya, Hikayat Sri Rama, Hikayat Maharaja Rahwaman, dan lain-lain. Di samping seni sastra tersebut juga terdapat kitab-kitab suluk (kitab primbon). Kitab-kitab ini bercorak magis dan berisi ramalan-ramalan.
3. Sistem Pemerintahan
Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan pertama yang menganut sistem pemerintahan yang bercorak Islam. Perkembangan ini makin bertambah pesat setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit dan berdirinya Kerajaan Demak dengan raja pertamya itu.

Sejak berdirinya kerajaan Demak, perkembangan Islam makin bertambah pesat, seperti Gresik, Tuban, Jepara, Pasuruan, Surabaya, Banten, Cirebon, Ternate dan Tidore.

4. Filsafat dan Ajaran Islam
Dalam abad ke-8 M tersusun dasar-dasar ilmu fikih, yaitu ilmu yang menguraikan segala macam peraturan serta hukum, guna menetapkan kewajiban-kewajiban masyarakat terhadap Tuhan dan terhadap sesama manusia, pada abad ke- 10 M, lahirlah dasar-dasar ilmu qalam, yaitu berisi penetapan segala apa yang harys menjadi kepercayaan seorang Muslim. Pada abad ke-11 M, lahir dasar-dasar ilmu tasawuf, yaitu ilmu yang memberi jalan kepada manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Grebeg adalah budaya asli Indonesia yaitu upacara memajang dan memamerkan pusaka-pusaka keraton. Maulid Nabi adalah budaya Islam untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Jadi, upacara Grebeg Maulid merupakan percampuran antara dua budaya (akulturasi budaya) . Perlu diingat juga Grebeg maulid bukan upacara keagamaan. Dan tidak ada unsur sinkretisme di dalamnua (pencampuran agama).
5. Bidang Kesenian
Di Indonesia, Islam menghasilkan kesenian bernapas Islam yang bertujuan guna menyebarkan ajaran Islam. Kesenian itu, contohnya adalah:
– Debus
Debus adalah tarian yang pada puncak acara para penari menusukkan benda tajam ke tubuhnya tanpa meninggalkan luka. Tarian ini diawali dengan pembacaan ayat-ayat dalam Al Quran serta salawat nabi. Tarian ini ada di Banten dan Minangkabau.
– Seudati
Seudati adalah sebuah bentuk tarian dari Aceh. Seudati berasal dan kata syaidati yang berarti permainan orang-orang besar. Seudati sering disebut saman berarti delapan. Tarian ini aslinya dimainkan oleh 8 orang penari. Para pemain menyanyikan lagu yang isinya adalah salawat nabi.
– Wayang
Wayang adalah termasuk wayang kulit, Pertunjukan wayang telahberkembang sejak zaman Hindu, akan namun, pada zaman Islam terus dikembangkan laluberdasarkan cerita Amir Hamzah dikembangkan pertunjukan wayang golek.

Written by nandasanjaya38@yahoo.com

I'm blink-182 fan and i'm proud of it. 4505 likes. Just another page about the most awesome band on the planet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Makalah Agama Hindu Skloatisme Dan Mahayana

Vaisesika Darsana