Latest stories

  • in

    Nitya dan Naimitika Yadnya

    Nitya dan Naimitika Yadnya Nitya Karma atau nitya adalah yajña yang dilaksanakan setiap hari, seperti Tri Sandya dan Yajña Sesa. Yajña Sesa dilaksanakan setelah kita selesai me- masak nasi dan sebelum makan. Yajña sesa diaturkan kepada Bhatara-Bhatari di pemerajan Hyang Wisnu di Sumur (tempat penyimpanan air), Hyang Raditya di atap rumah, Hyang pertiwi dan Bhuta-bhuta […] More

  • in

    Asta Aiswarya :Pengertian ,Bagian Dan Sloka Terkait

    Pengertian Asta Aiswarya Asta Aiswarya berasal dari bahasa sansekerta, yakni dari kata Asta yang artinya delapan, dan kata Aiswarya yang berarti kemahakuasaan (Midastra, 2007: 2). Dengan demikian, Asta Aiswarya mengandung arti delapan sifat kemahakuasaan Tuhan. Asta Aiswarya dapat digambarkan sebagai kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi sebagai Padma Astra Data (teratai berdaun delapan). Pada umumnya digunakan […] More

  • in

    Panca Yama Dan Nyama Brata

    Pengertian Pañcā Yamā Dan Nyamā Brata Pañca Yamā Dan Nyamā Brata artinya keinginan ataukemauan. Untuk itu, pemahaman Pañcā Yamā Brata adalah lima macamcara mengendalikan diri secara lahir dari perbuatan yang melanggar susila.Pañcā NYamā menurut Oka (2009:69), artinya lima pengendalian diriyang bersifat batiniah. Tujuan Pañcā Yamā dan Nyamā Brata untuk membinaatau mengembangkan sifat-sifat bakti kepada Tuhan […] More

  • in

    Dasa Mala : Pengertian , Bagian Dan Ramayana

    Pengertian Dasa Mala Menurut ajaran Agama Hindu, tujuan hidup manusia adalah untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan yang abadi. Kesejahteraan di dunia dapat dicapai dengan dharma, artha dan kama. Ketiganya ini (dharma, artha, kama) merupakan satu kesatuan, dalam artian manusia baru dapat merasakan bahagia bila artha terpenuhi dan rasa aman didapat (Ngurah, 2006: 69). […] More

  • in

    Pengertian Dan Jenis-Jenis Samskara

    Sanskara Kata “Sanskǎra” berasal dari bahasa sanskerta yang memiliki banyak arti, diantaranya yang erat kaitannya dengan pelaksanaan yajña. Maka kata sanskǎra berarti membudayakan, membiasakan, menyucikan, menjadikan sempurna, dan dapat pula berarti upacara keagamaan (Titib, 2003: 45). Apabila dihubungkan dengan kenyataan yang membudaya dalam masyarakat Hindu dalam hubungannya dengan pengamalan ajaran agama, maka kita hampir selalu […] More

  • in

    Kedudukan Mahabrata dalam Veda

    Kedudukan Mahabrata dalam Veda Itihǎsa adalah suatu bagian dari kesusastraan Hindu yang menceritakan kisah-kisah epik atau kepahlawanan para Raja dan ksatria Hindu pada masa lampau. Di dalamnya berisi ajaran filsafat agama, mitologi, dan makhluk supernatural. Iti hǎsa berarti “kejadian yang nyata” (Titib,  1998:137), dalam hal ini itihǎsa yang terkenal ada dua, ya- itu Ramayana dan […] More

  • in

    Kepemimpinan Dalam Agama Hindu

    Kepemimpinan Istilah pemimpin berasal dari kata dasar “pimpin,” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai “bimbing atau tuntun.” Kata kerja dari kata dasar ini, yaitu “memimpin”  yang  berarti  “membimbing atau menuntun.” Dari kata dasar ini pula lahirlah istilah “pemimpin” yang berarti “orang yang memimpin” (Tim Penyusun, 2005:874). Kata pemimpin mempunyai padanan kata dalam Bahasa […] More

  • in

    Bagian-Bagian Ajaran Bhakti Sejati

    B. Bagian-bagian Ajaran Bhakti SejatiPerenungan:Saphala sira rãkûakéng rãt,Tuwi sira mitra Hyang Indra bhaktitémén, Mãhéúwara ta sira lanã,Úiwabhakti ginöng lanã ginawé.Terjemahannya:Cukup berhasil Sri Baginda sebagai pimpinan, karena Sri Baginda sahabatSang Hyang Indra yang amat berbakti, juga terhadap Sang Hyang Maheswara,kepada Sang Hyang Çiwa pula diperkuat (Bhagawadgita, VII.16).Ajaran bhakti dalam agama Hindu mengajarkan umat manusia untukbersembah sujud […] More

Load More
Congratulations. You've reached the end of the internet.
Back to Top